Bali Civil Society and Media Forum 2018

oleh
Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menlu Retno Marsudi di acara Bali Civil Society and Media Forum 2018. (Ist)
banner 300250

Nusa Dua, suarabali.com – Indonesia akan mengadakan Bali Civil Society dan Media Forum (BCSMF) untuk pertama kalinya di Bali pada 6-7 Desember 2018. Kegiatan ini paralel dengan Bali Democracy Forum (BDF) dan Bali Democracy Student Conference (BDSC).

Dirilis kemlu.go.id, tema yang akan diusung adalah Democracy Disfigured and the Prospect of Prosperity. Delegasi BCSMF terdiri dari berbagai macam unsur, termasuk media dan akademisi.

Dengan demikian, pemahaman akan demokrasi akan berasal dari berbagai macam stakeholders yang akan membawa pengertian yang berbeda untuk membentuk pemahaman yang komprehensif.

Delegasi BCSMF akan berpartisipasi di empat sesi, yakni Democracy Disfigured: Populism, Identity-Politics and Corruption, Public Sphere Captured: Hoaxes, Sensasionalism and Political Bias, The State, Regional and Global Changing Contours?, dan Reconfiguring Democracy and the Prospects for Prosperity.

Pembicara di masing-masing sesi hadir dari berbagai macam institusi, termasuk German Institute of Global and Area Studies, Indonesia Corruption Watch, Indonesian Press Council, Westminster Foundation for Democracy and University of Oslo.

Secara spesifik, beberapa isu yang ak​an dibahas akan berfokus ke isu – isu panas, seperti populism dan neo populism, migrasi, identity politics, korupsi dan media sosial.

BSCMF akan ditutup bersamaan dengan BDF dan BDSC pada tanggal 7 Desember 2018.​ (*)