Bahas Peredaran Narkoba, Kapolda Bali Bertemu AFP di Sydney

oleh
Rombongan Kapolda Bali saat bertemu Australian Federal Police di Sydney, Australia. (Ist)
banner 300250

Sydney, suarabali.com – Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus Reinhard Golose berangkat ke Sydney, Australia, untuk memenuhi undangan Australian Federal Police (AFP) terkait kerja sama penanggulangan kejahatan transnasional.

Dalam kunjungan itu, Golose juga memboyong Direktur Reskrimsus Kombes Pol. Yuliar Kus Nugroho, Kabid Humas Kombes Pol. Hengky Widjaja, dan Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan. Rombongan Kapolda akan berada di Negeri Kanguru itu pada 17-21 Juni 2019.

Hari pertama, rombongan Kapolda Bali bertemu dengan Team Leader of Forensic Drug Intelligence (FDI), Dr. Venkatesh Krishnamurthy di AFP Sydney Office, Senin (17/6/2019). Pertemuan tersebut diawali dengan pekenalan para pejabat FDI, dilanjutkan dengan pemaparan tugas pokok dan peran FDI dalam mengungkap kasus narkoba.

Dr. Venkatesh Krishnamurthy mengatakan, FDI berpusat di Sydney, tetapi juga memiliki kantor di semua negara bagian di Australia. Tugasnya adalah mendukung kegiatan penyidikan khusus tindak pidana narkoba seperti kokain, heroin, methamphetamin (sabhu), dan MDMA (ekstasi).

“Dalam penyidikan, FDI memeriksa serta menganalisis barang bukti yang disita oleh petugas AFP. Kemudian memberitahu perihal bahaya kimia (chemical hazard), metode penyelundupan, dan berkoordinasi terkait analisis kimia (chemical analysis),“ kata Dr. Venkatesh Krishnamurthy.

Tidak hanya itu, pihaknya juga melakukan dua kegiatan profiling, yaitu physical dan chemical profiling. Physical profiling dilakukan pada saat melaksanakan olah TKP untuk mengungkap sindikat atau jaringan para pelaku narkoba. Sedangkan chemical profiling dilakukan untuk mengetahui daerah asal dan juga bahan baku yang digunakan.

Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose mengatakan, hubungan kerja sama dengan AFP, khususnya FDI, akan terus ditindaklanjuti dengan saling bertukar informasi yang akurat terkait jenis narkoba dan peredarannya yang terus mengalami perkembangan.

“Polda Bali tetap fokus dalam penanganan transnational crime seperti narkoba, terorisme, cyber crime, money laundry, people smuggling, human trafficking maupun kejahatan transnasional lainnya,” kata Golose.

“Kami menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi kepada AFP, karena dapat berbagai ilmu dan pengalaman terkait masalah narkoba,“ imbuh jenderal lulusan Akpol tahun 1988 ini.

Berdasarkan pengungkapan kasus, penyelundupan narkoba ke Indonesia makin intens dilakukan oleh sindikat internasional. Hal itu terjadi karena Indonesia merupakan pasar potensial dan menguntungkan bagi pemasaran narkoba.

Sindikat internasional, melalui jaringan lintas batas dan berbagai modusnya, terus berupaya melakukan penyelundupan narkoba ke Indonesia. Sebagai bentuk kejahatan transnasional, penyelundupan narkoba ke Indonesia tidak dapat dibiarkan terus berlanjut, dan oleh karena itu perlu ada upaya untuk mengatasinya. (*)