Bahas Masalah Ini, Kapolda Bali Kumpulkan Bhabinkamtibmas dan Bendesa Adat

oleh
Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus Reinhard Golose bersama para Bhabinkamtibmas dan bendesa adat se-Bali di Gereja Lembah Pujian, Jalan Antasura, Denpasar, Selasa (9/4/2019). (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus Reinhard Golose mengumpulkan seluruh Bhabinkamtibmas dan bendesa adat se-Bali di Gereja Lembah Pujian, Jalan Antasura, Denpasar, Selasa (9/4/2019). Pertemuan ini diadakan terkait dengan pengamanan Pemilu 2019 yang akan dihelat pada 17 April 2019.

Dalam kegiatan yang juga dihadiri Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Wayan Sunartha dan para Kapolres ini, Golose mengapresiasi kinerja Bhabinkamtibmas dan bendesa adat yang telah bersinergi membantu dan mendukung program kerja Polda Bali, sehingga situasi kamtibmas tetap terjaga.

Para bendesa adat diundang dalam pertemuan ini untuk meningkatkan efektivitas dan mengajak masyarakat menggunakan hak pilihnya pada 17 April 2019.

“Saya sangat menghormati desa pakraman dan desa adat, dimana pada hari ini bersama-bersama Babinkamtibmas seluruh Bali. Kami undang untuk menyosialisasikan dan mengajak masyarakat menggunakan hak pilihnya,” kata Golose.

Kapolda menegaskan, pihaknya akan tetap mengutamakan pencegahan apabila terjadi hal-hal dalam pelaksanaan Pemilu nanti. Menurut dia, peran desa adat sangat besar untuk menggugah dan mengimbau masyarakatnya agar mau datang ke TPS.

Untuk pengamanan TPS di masing-masing wilayah di Bali, Kapolda akan melaksanakan pengamanan secara all out dan menurunkan anggota kepolisian dengan kekuatan penuh dibantu Linmas dan stakeholders lainnya.

“Personel yang kita kerahkan sekitar 13.000 personel. Tidak hanya pengamanan TPS, namun secara keseluruhan juga dikawal. Untuk itu, saya meminta kepada masyarakat untuk tidak golput,” ujarnya.

Untuk menggugah masyarakat agar tidak golput, Polda Bali juga melakukan sosialiasi melalui pembagian liflet dan baliho agar masyarakat mau datang ke TPS. Namun, hak untuk memilih sepenuhnya diserahkan kembali ke masing-masing individu masyarakat.

“Yang jelas kami akan terus melakukan imbauan kepada masyarakat untuk menggunakan haknya dan ikut berpartisipasi dalam pesta demokrasi,” imbuh jenderal lulusan Akpol tahun 1988 ini. (*)