Atasi Masalah Sampah, Koster Minta PLTSa di TPA Suwung Segera Terealisasi

oleh
Gubernur Bali Wayan Koster. (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Gubernur Bali Wayan Koster berharap pembangunan sistem pengolahan sampah di TPA Suwung bisa segera dilaksanakan dalam waktu dekat atau maksimal pada tahun 2020.

“Dimulai dengan pembangunan infrastrukturnya dulu, karena ini pengolahan sampah dengan skala besar. Saya kira akhir 2019 ini sudah bisa dimulai pembangunannya,” kata Koster seusai memimpin rapat pemaparan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) bersama PT Indonesia Power di Ruang Rapat Praja Sabha Kantor Gubenrur Bali, Denpasar, Rabu (13/2/2019).

Koster menyebut proyek seluas 10 hektare ini harus secepatnya direlalisasikan mengingat tingginya volume sampah di TPA Suwung yang merupakan akhir pembuangan sampah kawasan Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan).

“Segera selesaikan FS (Feseable Study)-nya dan saya pastikan tidak akan tertunda lagi, karena yang menggarap (PT Indonesia Power dan Waskita Karya) adalah badan usaha pemerintah,” jelas Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini.

Dia menambahkan, hasil pengolahan berupa energil istrik akan dikelola oleh BUMN, sehingga bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk masyarakat.

“Yang pasti perlu komitmen ini, terutama daerah Sarbagita, akan ada MoU dengan daerah agar semuanya berkomitmen mendukung pembangunan pengolahan sampah ini,” tegas Koster.

Koster juga menyatakan masalah sampah di Bali, terutama di TPA Suwung, harus ditangani dengan cepat karena volume yang sudah demikian besar. “Dalam jangka panjang baru akan dibuatkan Pergub yang akan mengatur penanganan sampah dari hulu ke hilir. Jadi, penangannya bisa lebih dititik-beratkan di rumah tangga dan desa, baru ke hilir. Sedangkan untuk jangka pendek, tidak ada cara lain, harus diolah sedemikian rupa agar bisa dikurangi. Sekarang ini kan tinggi sekali,” tutur Koster.

Dia juga menjelaskan proses analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) akan dilakukan dengan sebaik-baiknya, sehingga bisa meminimalisasi dampak lingkungan pembangunan proyek ini.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Walikota Denpasar IGN Jayanegara menyambut baik langkah ini sebagai solusi bagi masalah sampah yang dampak-dampak buruknya sudah di depan mata saat ini.

“Kita tentu mendukung dan berterimakasih sekali jika pihak Pemprov bersama kementerian dan lainnya punya langkah dan solusi untuk masalah ini. Tinggal sekarang kita tunggu seperti apa hasil FS-nya,” papar Jayanegara.

Seperti diketahui, kata dia, Denpasar sudah tidak punya tempat lagi untuk penampungan sampah. “Satu-satunya jalan, sampah yang ada harus diolah dan alangkah baiknya bisa menjadi energi yang bisa dimanfaatkan kembali. Sekali lagi, Denpasar sangat membutuhkan solusi untuk masalah sampah,” imbuhnya. (*)