Atap Gedung Runtuh, KPP Madya Denpasar Tetap Beroperasi

oleh
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meninjau KPP Madya Denpasar. (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengapresiasi Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Denpasar, Provinsi Bali, yang tetap beroperasi melayani masyarakat usai terdampak gempa Nusa Tenggara Barat dengan kekuatan 7 skala richter. Sekalipun terjadi kerusakan di beberapa titik, tetapi pelayanan terhadap wajib pajak tidak terganggu.

“Saya berkunjung ke Kantor Pelayanan Pajak Madya Denpasar untuk melihat kegiatan di sana, usai Bali terkena dampak gempa NTB. Kegiatan pelayanan pajak tetap beroperasi seperti biasa melayani para wajib pajak. Tidak ada layanan yang tutup akibat gempa,” ujar Bamsoet saat melakukan kunjungan ke Kantor Pelayanan Pajak Madya Denpasar, Bali, Selasa (7/8/2018).

Politisi Partai Golkar ini melihat langsung kondisi KPP Madya Denpasar yang mengalami kerusakan akibat gempa. Ia secara jelas melihat atap kantor yang terletak di lantai 3 rusak dan runtuh karena gempa.

Alhamdulillah tidak banyak kerusakan yang terjadi. Seluruh dokumen aman. Kerusakan terparah berada di lantai 3 kantor pajak, dimana atap bangunan runtuh. Sudah dikoordinasikan pula dengan Kementerian PUPR untuk melakukan penilaian tingkat kerusakan dan kelayakan gedung pasca gempa,” papar Bamsoet.

Mantan Ketua Komisi III DPR RI ini menuturkan, saat gempa tidak ada korban luka maupun korban jiwa di kantor pelayanan pajak tersebut. Sebab, gempa terjadi di saat kantor pelayanan pajak libur.

“Saat gempa terjadi kantor pajak tutup karena hari Minggu. Saya tidak bisa membayangkan jika gempa terjadi pada jam operasional di hari kerja. Bisa dipastikan akan ada korban, karena setiap harinya kantor pelayanan pajak ini selalu padat dengan para wajib pajak yang datang,” jelas Bamsoet.

Ketua Badan Bela Negara FKPPI ini secara khusus juga menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya dua korban jiwa dan puluhan orang yang mengalami luka-luka di Bali, akibat gempa NTB. Tak sedikit pula bangunan di Bali mengalami kerusakan ringan maupun sedang.

“Saya berharap seluruh elemen masyarakat bisa saling bahu-membahu membantu para korban gempa NTB. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana hingga hari ini sudah lebih dari 100 orang yang meninggal dunia, dua orang korban jiwa berada di Denpasar. Mari kita bantu ringankan penderitaan saudara-saudara kita yang terkena gempa,” ajak Bamsoet.

Legislator dapil Jawa Tengah VII itu menambahkan, DPR RI bersama pemerintah akan segera membahas mitigasi bencana berupa upaya untuk mencegah, menanggulangi serta mengurangi risiko bencana. Sehingga, semua pihak bisa meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan terhadap terjadinya bencana.

“Saya juga meminta Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BNPD) dan pemerintah daerah untuk terus memberikan pertolongan dan pencarian korban yang belum ditemukan. Selain itu, mobilisasi pemberian bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang terdampak gempa harus disalurkan tepat sasaran dan disesuaikan dengan kondisi yang ada,” pungkas Bamsoet. (*)