Antisipasi Hari Raya Lebaran, TPID Provinsi Bali Jaga Kestabilan Harga

oleh
Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra memimpin Rapat Koordinasi TPID Provinsi Bali di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Denpasar, Senin (29/4/2019). (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra selaku Ketua Harian Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) memimpin High Level Meeting TPID Provinsi Bali di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Denpasar, Senin (29/4/2019). Rapat koordinasi ini digelar menjelang puasa dan lebaran 2019.

Pada kesempatan itu, Made Indra yang mewakili Ketua TPID Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan TPID Provinsi Bali telah menyusun beberapa hal untuk mengantisipasi peak season Hari Besar Keagamaan.

“Yang pertama, adanya koordinasi dan sinergitas dengan seluruh pihak untuk menjaga kestabilan harga,” kata mantan Kepala BPBD Provinsi Bali ini.

Dia menambahkan, yang kedua adalah peningkatan jangkauan sumber produksi pertanian terhadap pusat pemasaran produk dalam berbagai kegiatan jual-beli. Ketiga, penyediaan sistem pergudangan dan cold storage untuk menjaga ketersediaan pasokan. Keempat, melakukan kerja sama perdagangan antar daerah guna menjaga kestabilan harga. Kelima, mengikutsertakan pelaku usaha dalam menjaga harga dalam tingkat yang wajar.

Secara khusus, Made Indra meminta adanya kepastian distribusi logistik guna menjaga kestabilan harga. “Kita ingin memastikan bahwa transportasi harus memberikan kepastian distribusi logistik berjalan dengan lancar, sehingga tidak menimbulkan kenaikan harga,” katanya.

Menurut dia, tugas yang paling penting adalah memetakan jalur supply dan distribusi barang, karena hal itu menjadi faktor pemicu kenaikan harga. Dia juga meminta agar pengusaha transportasi tidak menggunakan momentum ini untuk menaikkan harga di luar batas kewajaran.

Rapat tersebut juga dihadiri Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali Causa Iman Karana, Kepala BPS Provinsi Bali Adi Nugroho, Kadis Perhubungan Provinsi Bali I Gde Wayan Samsi Gunarta, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, dan pemangku kepentingan lainnya. (*)