Angkut 1.660 Wisman, 11 Kapal Pesiar akan Merapat di NTB Tahun 2019

oleh
Ilustrasi. (Ist)
banner 300250

Lombok, suarabali.com – Pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memperlihatkan progres positif. Bahkan, boleh dibilang telah pulih dari bencana gempa beberapa waktu lalu. Wisatawan mulai mengalir kembali dari berbagai pintu masuk. Termasuk jalur laut. Lewat jalur ini, wisatawan yang akan mengunjungi NTB dipastikan melonjak. Sebab, tahun 2019 ada 11 cruise ship atau kapal pesiar yang akan merapat. Proses kedatangan kapal pesiar sudah dimulai sejak awal tahun.

Sebagai pembuka, NTB mendapat 3 kunjungan cruse ship secara beruntun. Kapal tersebut total mendaratkan sekitar 1.660 wisman. Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Mohammad Faozal mengungkapkan, kunjungan kapal pesiar menjadi momentum bagus untuk menegaskan pulihnya wisata di NTB.

“Tahun 2019, NTB akan didatangi 11 kapal pesiar. Kehadiran kapal pesiar ini tentu sangat bagus bagi percepatan #NTBBangkit. Kehadiran mereka menjadi bukti kalau destinasi pariwisata di NTB sudah pulih sepenuhnya,” ungkapnya, Jumat (4/1/2019).

BACA JUGA:

April 2019, Pariwisata NTB Diharapkan Pulih 100%

Pemprov NTB Launching CoE 2019 di Bandara Soetta

MV Star Legend menjadi kapal pertama yang merapat di NTB, 1 Januari lalu. MV Star Legend merapat di Pelabuhan Lembar. Sebelumnya Star Legend singgah di perairan Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur. Usai melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan Benoa Bali, kapal ini merapa lagi dua hari berikutnya.

Kemudian, hadir MV Aida Vita, 2 Januari. Aida Vita ini membawa 1.179 orang wisman. Rata-rata para wisman ini berusia lanjut 60 tahun. Aida Vita ini juga membawa sekitar 426 anak buah kapal. “Pada 3 Januari juga ada kapal pesiar yang merapat dengan membawa 280 wisman. Yang jelas, kehadiran 3 kapal pesiar ini jadi momentum terbaik pembuka tahun,” ujar Faozal lagi.

Mengacu data Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Bahari Kemenpar, perairan Nusa Tenggara jadi salah satu favorit cruise ships tahun ini. Sepanjang tahun 2019, Nusa Tenggara diperkirakan mendapat slot kunjungan 20% dari skala nasional. Cruise traffic tertinggi 38% dimiliki wilayah Sumatera, lalu Bali 21%. Untuk area Jawa sekitar 16%. Tahun ini, ada 593 calls kapal pesiar atau naik 19,6% dari tahun lalu.

Dengan jumlah 593 calls, jumlah wisman cruise ships pada 2019 ada di level 387.873 orang. Bandingkan dengan realisasi kunjungan 2018 dari jalur laut 353.425 wisman. Menariknya, 74% perairan nusantara jadi favorit cruise besar dengan kapasitas 3.000 orang hingga. Cruise medium memiliki slot 21% dengan daya angkut 1.000-3.000 wisman. Cruise besar ditarget 287.334 wisman dan kelas medium 79.543 orang.

“Kapal pesiar akan kembali lagi pada Februari nanti. Jumlah wisatawan yang dibawa diperkirakan 3.000 orang. Yang jelas, arus wisman ini bagus bagi pariwisata NTB. Sebab, perairan Nusa Tenggara memiliki slot kunjungan besar dari skala nasional,” kata Faozal.

Demi memberikan experience terbaik, NTB sudah menyiapkan paket wisata one day tour. Para wisman akan diajak mengekplorasi eksotisnya Pulau Seribu Masjid tersebut. Menikmati nature, culture, sejarah, juga wisata bahari sembari menikmati kuliner nikmat. Beberapa destinasi yang dikunjunginya, Taman Wisata Narmada, Lingsar, hingga Gili Nanggu.

Ada juga pusat kerajinan gerabah Banyumulek, Museum NTB, hingga kawasan 3 gili. Tiga Gili adalah Trawangan, Air, dan Meno. “Para wisatawan bisa menikmati berbagai eksotisme yang dimiliki destinasi ini. Paket one day tour ini dibuat terbaik. Harapannya mereka terkesan dan mendapatkan experience baru sebelum berlayar kembali,” ujar Faozal lagi.

Kehadiran cruise ships ini tentu menjadi berkah bagi Pulau Seribu Masjid. Sama seperti profil wisman lainnya, penumpang cruise diperkirakan memiliki spending USD155,74 per hari. Industri cruise ships dunia saat ini juga sedang tumbuh positif. Dari rentang 2015 hingga 2020, porsinya pun mencapai 37,9%. Pada 2020 nanti, industri pariwisata dengan kapal pesiar sudah berada di angka USD54,6 Miliar.

Progres positif wisata NTB membuat Menteri Pariwisata Arief Yahya senang.

“Industri wisata jalur laut ini selalu menjanjikan. Kemampuan spending wismannya juga besar. Yang jelas, kehadiran mereka akan menjadi berkah bagi destinasi yang disinggahinya. Untuk itu, destinasi ini harus menyiapkan atraksi dan paket terbaik. Sebab, kunjungan kapal pesiar ini singkat. NTB ini destinasi yang luar biasa, semua apeknya bagus,” tutup Menteri asal Banyuwangi itu. (*)