Anak Peternak Babi Ini Lulus Jadi Calon Taruna Akpol

oleh
I Wayan Widya Wijaya. (Ist)
banner 300250

Badung, suarabali.com – Keterbatasan ekonomi orangtuanya tak membuat I Wayan Widya Wijaya patah semangat untuk menggapai cita-citanya menjadi polisi. Berkat tekad dan kerja kerasnya, putra dari seorang peternak babi ini diterima sebagai taruna Akpol Tahun Anggaran 2018.

I Wayan Widya Wijaya adalah calon taruna Akpol 2018 pengiriman Panda Polres Badung. Pemuda yang penuh semangat juang ini berasal Banjar Perang Darmasaba, Kabupaten Badung. Anak pertama dari pasangan I Ketut Sumerta dan Ni Made Masiani ini memang sejak kecil sudah bercita-cita menjadi seorang polisi.

Cita-citanya itu dibuktikan dengan poster-poster yang dipajang di dinding kamarnya. I Ketut Sumerta, ayah I Wayan Widya Wijaya, menuturkan anaknya rajin membuat kliping  apabila menemukan foto atau poster siswa Akpol yang telah sukses pada setiap koran ataupun majalah yang dibacanya. Lalu, kliping-kliping itu ditempelkan di dinding kamarnya.

Saat ditanyakan untuk apa memasang poster tersebut, I Wayan Widya Wijaya selalu menjawab bahwa poster tersebut merupakan inspirasi baginya untuk meraih cita-citanya kelak, yaitu menjadi seorang taruna Akademi Kepolisian.

Pada tahun 2018, I Wayan Widya Wijaya berhasil meraih impiannya itu. Ujian demi ujian dalam seleksi taruna Akpol dia lewati dengan baik. Alhasil, dia meraih peringkat dua di Polda Bali mengalahkan ratusan pesaingnya dari berbagai daerah di Bali.

Orangtua I Wayan Widya Wijaya di pertenakan babi miliknya. (Ist)

“Saya bersyukur kehadapan Tuhan atas karunia-Nya dan bimbingan-Nya yang tak terhingga ini, sehingga anak saya bisa meraih impiannya sebagai seorang Taruna Akpol. Saya mengucapkan terima kasih kepada Kapolri, Kapolda Bali, dan Kapolres Badung atas program-programnya membimbing anak kami sehingga mampu lolos seleksi,” ucap I Ketut Sumerta didampingi istrinya, Ni Made Masiani, saat ditemui di tempat ternak babinya di daerah Desa Perang, Darmasaba, Mengwi, Badung, Senin (30/7/2018).

Menurut dia, program Kapolri dalam rekrutmen dengan menggunakan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis) serta Clean and Clear ini sangat mendukung para pemuda-pemudi Bali untuk berkesempatan mengabdikan diri kepada bangsa dan negara sebagai seorang polisi.

Dia mengaku tidak mengeluarkan uang sepeser pun selama mengikuti seleksi calon Taruna Akpol 2018. “Kalau bayar saya tidak mampu. Saya hanya bermodalkan kepasrahan dan usaha. Saya hanya peternak babi kecil-kecilan,” imbuh Sumerta.

Sementara Ni Made Masiani berharap agar sistem rekrutmen yang bersih dan transparan ini dapat dipertahankan untuk mewujudkan SDM Polri yang berkualitas. (*)