Aktivis ForBali Apresiasi Cagub-Cawagub Bali yang Tolak Reklamasi

oleh
Massa ForBali demo menolak reklamasi Teluk Benoa di depan Kantor Gubernur Bali, Sabtu (17/2/2018). (Foto: Ade)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi (ForBali) mengapresiasi pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Bali, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra-I Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta) yang secara terang-terangan menyatakan sikap menolak reklamasi Teluk Benoa.

Koordinator ForBali, Wayan Gendo Suardana, mengatakan banyak pejabat yang bertahan dan mendukung reklamasi Teluk Benoa. Namun, sudah ada yang berbalik arah dan mendukung penolakan reklamasi Teluk Benoa.

“Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta sudah hilang ketahanannya dan sekarang dia menolak reklamasi Teluk Benoa,” ujar Gendodi Denpasar, Sabtu (17/2/2018).

Namun, tahun politik seperti saat ini, menurut Gendo, paslon tidak bisa sekadar memberikan pernyataan di bibir untuk menolak reklamasi Teluk Benoa. Dia menyarankan agar pernyataan penolakan itu harus ditindaklanjuti dengan upaya nyata melakukan aksi. Salah satunya dengan menulis surat kepada Presiden Jokowi untuk meminta mencabut Perpres No 51 Tahun 2014.

Gendo yakin Ida Bagus Rai Dharmawijaya dan I Ketut Sudikerta yang sudah konsisten menolak reklamasi bisa melakukan hal itu.

“Sekarang tahun politik. Kandidat memang mengatakan konsisten menolak reklamasi Teluk Benoa. Namun, kalau bisa penolakan itu dilakukan dengan cara menulis surat kepada Presiden Jokowi untuk mencabut Perpres  No. 51 yang memberikan kesempatan dan peluang untuk melakukan reklamasi Teluk Benoa,” ujarnya.

Menurut Gendo, sebenarnya bukan hanya para paslon yang mengirimkan surat ke Jokowi. Seharsrnya seluruh paslon maupun partai politik pendukung paslon juga bisa melakukan hal yang sama. Mereka bisa mengirim surat kepada Presiden Jokowi agar membatalkan reklamasi Teluk Benoa.

Selain partai pendukung, kata dia, seluruh anggota DPRD dan DPR RI yang berasal dari Bali bisa melakukan hal yang sama.

“Makanya, kami dari ForBali pernah berkirim surat kepada paslon dan parpol agar mereka  bersurat kepada Presiden untuk membatalkan Perpres No. 51 Tahun 2014. Kenapa demikian, itu mencerminkan ForBali independen, supaya jangan digunakan sebagai bahan kampanye. Lakukan sekarang, jangan tunggu menjadi gubernur,” ujarnya. (Ade/Sir)