Agar Sehat Saat Mudik, Patuhi Petunjuk Ini

oleh
Ilustrasi. (Ist)
banner 300250

Jakarta, suarabali.com – Mudik Lebaran atau arus balik tak sekadar asal sampai di kampung halaman. Mudik membutuhkan kondisi fisik yang prima dan mental yang baik. Untuk itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membagikan dua hal yang harus diperhatikan oleh pemudik, baik pengemudi atau penumpang.

Pertama, sebelum mudik sebaiknya Anda memeriksakan kesehatan terlebih dahulu. Apalagi jika selama ini Anda memiliki keluhan terhadap penyakit tertentu. Jangan abaikan hal ini, meski Anda merasa sehat dan prima. Siapkan obat-obatan pribadi yang kira-kira Anda butuhkan selama perjalanan maupun di tempat tujuan.

Kendaraan yang akan dipakai mudik juga harus diperiksa kondisinya agar layak dan tidak membahayakan penumpang dan mobil lainnya di jalur mudik

Jaga makanan yang Anda makan agar terhindar dari berbagai penyakit. Makanan pedas dan bersantan sebaiknya dihindari. Bagi pengemudi sebaiknya lebih memperbanyak makan buah-buahan seperti jeruk, pisang, mangga, belimbing atau apel. Kurangi makanan tinggi kalori dan lemak agar stamina selama berkendara tetap terjaga.

Istirahatlah yang cukup, karena kurang istirahat bisa memicu timbunya penyakit dan tidak fit.

Kedua, pada saat mudik, jalur mudik bisa dipadati puluhan ribu kendaraan. Semua bergegas untuk cepat sampai ke tujuan. Kondisi ini tentu tidak saja memicu kelelahan fisik, tapi juga mental. Itu sebabnya, jagalah emosi dan konsentrasi selama perjalanan agar dapat memperhatikan rambu-rambu lalu lintas selama berkendara.

Hal lain yang perlu diingat, tubuh Anda bukanlah mesin yang bisa dipaksa bekerja selama mungkin. Saat di perjalanan, jangan paksakan diri untuk terus berjalan dan memacu kendaraan, terutama jika Anda merasa lelah dan mengantuk.

Karenanya, pemudik khususnya pengemudi diimbau berisitirahat setelah mengemudi 4 jam perjalanan. Pasalnya, bila seseorang telah mengemudikan kendaraannya lebih dari 4 jam, maka akan terjadi penurunan kesigapan tubuh maupun respon tubuh, sehingga rawan terjadi kecelakaan.

Cari tempat istirahat atau rest area dan usahakan mengambil beberapa waktu untuk istirahat/tidur (minimal 15-30 menit). Bila di perjalanan sakit, segera mencari pos kesehatan terdekat.

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan dr. Bambang Wibowo, SpOG (K), MARS mengatakan Kemenkes sudah menyiapkan total 6.047 fasilitas pelayanan kesehatan di jalur mudik, mulai dari pos kesehatan, puskesmas, RS, KKP, dan PSC

“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama pemerintah berpartisipasi dan mendukung kelancaran mudik pada tahun ini. Bersama-sama memperhatikan keselamatan masing-masing. Pesan saya, bagi para pemudik, pengemudi, dan masyarakat umum, agar dapat mudik sehat, aman dan selamat,” kata Bambang pada Temu Media Kesiapan Sektor Kesehatan dalam Penyelenggaraan Mudik Lebaran 2019 di Gedung Kemenkes, Jakarta, Kamis (23/5/2019).

Pemudik juga diimbau untuk melakukan 15 tips berikut ini:
1) Siapkan fisik yang sehat.
2) Periksa kelayakan kendaraan.
3) Tidak meminum obat obatan/ Minuman yang menyebabkan kantuk.
4) Beristirahat setelah mengemudi 4 jam , selama 15 menit, Demikian pula dengan pegemudi motor. Istirahat setiap 2 jam. Lakukan peregangan, agar kita kembali segar.
5) Jangan paksakan bila sudah mengantuk.
6) Displin dan patuh rambu lalu lintas.
7) Kendalikan kecepatan kendaraan pada kondisi jalanan rusak, bergelombang saat hujan dan cuaca buruk.
8) Kendaraaan tidak melebihi muatan yang layak.
9) Gunakan masker dan lindungi diri dari polusi udara.
10) Jangan mengkonsumsi makanan atau minuman yang diberikan oleh orang yang tidak dikenal.
11) Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir sebelum makan.
12) Konsumsi makanan dan minuman yang sehat.
13) Buanglah sampah pada tempatnya.
14) Tidak buang air kecil / besar sembarangan, gunakan toilet yang tersedia.
15) Bila sakit manfaatkan pos kesehatan terdekat.

“Semoga fasilitas kesehatan di jalur mudik/balik ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankannya,” tambah Bambang. (*)