Ada Museum Penanggulangan Terorisme di Gedung Prakasa Rucira Garjita

oleh
Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus Reinhard Golose meninjau Museum Penanggulangan Terorisme di Gedung Prakasa Rucira Gargita yang diresmikan pada Rabu (27/11/2019). (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus Reinhard Golose meresmikan Gedung Prakasa Rucira Gargita yang berada di Jalan WR Supratman No. 236 Tohpati, Kertalangu, Denpasar, Rabu (27/11/2019).

Dalam sambutannya, Golose mengucapkan syukur karena pembangunan Gedung Prakasa Rucira Garjita selesai tepat pada waktunya. Dia menegaskan gedung bagus dan mewah ini dibangun dari uang rakyat dan nanti akan dikembalikan lagi kepada masyarakat dalam bentuk pelayanan. “Pelayanan dalam memberikan rasa aman dan nyaman,” katanya.

Dana pembangunan Gedung Prakasa Rucira Garjita juga bersumber dari dana hibah Pemda Kabupaten Gianyar sebesar Rp 10 miliar. Gedung ini terdiri dari beberapa bagian, di antaranya Sport Centre dan Museum Penanggulangan Terorisme. Bangunan Sport Centre yang terletak di lantai dua ini memiliki berbagai fasilitas dan berfungsi sebagai sarana olahraga serta latihan untuk para atlet tenis meja.

Golose mengatakan olahraga tenis meja merupakan olahraga rakyat Bali dari tingkat banjar atau desa sampai tingkat kabupaten. “Berkat latihan intensif selama ini, atlet tenis meja Bali telah mampu menjadi juara dalam tingkat nasional, sehingga saya tergerak untuk terus memacu prestasi putra-putri Bali dalam cabang tenis meja,” katanya.

Selain lokasi olahraga tenis meja, lapangan tembak juga dibenahi. Lapangan ini digunakan untuk latihan menembak pistol dan senjata laras panjang serta menembak reaksi.

Di lantai bawah gedung ini terdapat beberapa kantor, di antaranya kantor Perbakin (Persatuan Menembak Indeonesia), kantor IDPA (International Defences Pistol Association), kantor PTMSI (Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia), kantor PERKEMI (Persatuan Shorinji Kempo Indonesia), dan kantor SSI (Scuba School International).

“Semoga gedung ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan olahraga berskala nasional dan internasional,” kata Golose.

Selain Sport Centre, di lantai satu gedung tersebut juga terdapat Museum Penanggulangan Terorisme. Museum ini dibangun untuk memberikan gambaran secara menyeluruh tentang upaya Polri dalam mengungkap kasus teror yang terjadi di Bali. “Pulau Bali merupakan awal kebangkitan dimulainya perlawanan terhadap terorisme di Indonesia,” tutur Golose

Menurut dia, Museum Penanggulangan Terorisme dibangun untuk mengingatkan para generasi muda Bali, sehingga dapat mengerti dan memahami aksi teror yang telah terjadi dan merugikan rakyat Bali.

Selain Kapolda Bali, peresmian Gedung Prakasa Rucira Garjita juga dihadiri Komjen Pol. (Purn) Gorries Mere, Komjen Pol. (Purn) Md. Mangku Pastika, Irjen Pol. Budiono Sandi, Irjen Pol. M. Syafii, Irjen Pol. (Purn) Benny Mamoto, Brigjen Pol. M. Hukom, Brigjen Pol. Eddy Hartono, Brigjen Pol. Surya Dharma, Wakapolda Bali, Irwasda dan para PJU Polda Bali, para Kapolresta dan Kapolres se-Bali, Bupati Gianyar Agus Mahayastra, Bupati Badung Giri Prasta, dan sejumlah pejabat daerah lainnya. (*)