774 Pegawai di Pemprov Bali Terima SK CPNS

oleh
Gubernur Bali Wayan Koster bersama para CPNS di lingkungan Pemprov Bali. (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Sebanyak 774 orang menerima SK CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil)  tenaga guru dan tenaga kesehatan di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali hasil seleksi tahun 2018. SK CPNS ini diserahkan langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster di halaman Kantor Gubernur Bali, Kamis (25/4/2019).

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Bali Ketut Lihadnyana mengatakan pelaksanaan CPNS Pemprov Bali tahun 2018 dilakukan secara terbuka, transparan, dan akuntabel. “Setiap tahapan proses seleksi diumumkan secara luas serta melibatkan Ombudsman, BPKP, Kepolisian, Kejaksaan dan Inspektorat,” katanya.

Dari 12.469 orang pelamar, kata Ketut, sebanyak 774 orang dinyatakan lulus seleksi CPNS Pemprov Bali tahun 2018 untuk mengisi 774 dari 818 formasi yang ditetapkan. Sebanyak 44 jabatan tidak terisi yang terdiri dari 25 formasi jabatan tenaga guru dan 19 formasi jabatan kesehatan, karena tidak ada pelamar atau pelamar tidak memenuhi syarat.

Dari 774 orang tersebut, kata dia, sebanyak 773 orang telah ditetapkan Nomor Induk Kepegawaian (NIP). Sementara satu orang tidak dapat ditetapkan, karena dokumen yang diajukan tidak memenuhi syarat.

Sebelum SK diserahkan, Kepala BKD Provinsi Bali Ketut Lihadnyana menyampaikan satu orang lagi mengundurkan diri, sehingga pada penyerahan SK oleh Gubernur Bali dihadiri oleh 772 orang CPNS yang penempatannya sesuai dengan unit penempatan sesuai jabatan yang dilamar.

Sementara Gubernur Bali Wayan Koster meminta para CPNS menjadi bagian dari aparatur yang memegang penuh amanat sebagai administrasi sipil negara dengan mematuhi aturan dan bekerja dengan baik.

Dalam upaya menata Pemerintah Provinsi Bali, Gubernur Koster berharap CPNS yang masih belum terkontaminasi dengan hal-hal negatif bisa menjadi motor dalam pelayanan publik, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan.

“Jadi, kita berharap adik-adik ini akan menjadi motor untuk menggerakkan roda pendidikan kita dan kesehatan kita agar mendapat pelayanan yang baik,” kata Ketua DPD PDIP Provinsi Bali ini.

Gubernur Koster juga meminta kepada para CPNS untuk tidak sampai terkena tipu daya orang yang mengaku berjasa dalam perekrutan CPNS dan memberikan imbalan jasa. Ia mengatakan seleksi ini sudah berjalan sesuai dengan aturan yang benar. “Mudah-mudahan ini nggak ada yang kena tipu karena melalui seleksi yang dikuti secara langsung dengan benar,” ujarnya. (*)