7 Persiapan Menghadapi Ancaman Gunung Meletus

oleh
banner 300250

DENPASAR, SUARABALI.COM – Aktivitas Gunung Agung belakangan ini menjadi perhatian publik. Pihak berwenang bahkan telah menetapkan statusnya ke level III atau Siaga. Pemerintah setempat memang telah mempersiapkan segala sesuatunya jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Namun, kesadaran masyarakat sekitar sendiri pun punya peran besar terhadap keberhasilan pemerintah dalam antisipasi bencana ini. Berikut ini beberapa hal yang wajib dilakukan masyarakat sekitar saat menghadapai bencana gunung meletus atau erupsi gunung berapi.

  1. Perhatikan status gunung. Sebelum gunung berapi meletus, biasanya didahului oleh tanda-tanda alam yang relatif lebih mudah diperediksi oleh para ahli dan pihak berwenang. Masyarakat sekitar gunung berapi aktif bahkan biasanya akan melihat tanda-tanda alam seperti intensitas gempa bumi yang lebih sering, binatang-binatang mulai menjauh dari area gunung karena suhu yang memanas, maupun bau belerang yang kian menyengat.
  2. Perhatikan arahan pihak berwenang. Jika hal itu terjadi, yang harus dilakukan adalah memperhatikan arahan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terkait dengan perkembangan aktivitas gunung. Usahakan sedini mungkin masing-masing keluarga mempersiapkan masker dan kacamata pelindung untuk mengantisipasi debu vulkanik (biasanya pemerintah setempat pun sudah memepersiapkannya).
  3. Pahami Jalur evakuasi dan Tempat Pengungsian. Anda juga harus mengetahui persis jalur evakuasi dan tempat pengungsian yang telah disiapkan oleh pihak berwenang. Jangan lupa mempersiapkan skenario evakuasi lain apabila dampak letusan meluas di luar prediksi ahli.
  4. Logistik dan obat-obatan. Tak kalah penting, persiapkanlah dukungan logistik, seperti makanan siap saji, minuman, lampu senter dan baterai cadangan. Bawa juga P3K atau obat-obatan untuk kelauarga Anda.
  5. Tetap tenang di pengunsian. Saat gunung berapi kemudian meletus, pastikan Anda dan keluarga sudah berada di pengungsian atau tempat lain yang aman dari dampak letusan. Lagi-lagi, di tempat pengungsian pun Anda memperhatikan arahan dari pihak berwenang. Selalu mengenakan masker dan kacamata untuk melindungi pernapasan dan penglihatan Anda.
  6. Lindungai anak-anak dan saling bekerja sama. Selama di pengunsian, pastikan kebutuhan dasar Anda dan keuarga terpenuhi. Berikanlah pendampingan khusus bagi anak-anak dan remaja dan tetap saling bekerja sama. Jika ada anggota keluarga masih kecil, usahakan seminimal mungkin untuk mengurangi stres atau ketertekanan selama mereka selama di pengungsian.
  7. Waspadai secondary hazard. Tetaplah memperhatikan perkembangan informasi dari pihak berwenang melalui radio atau pengumuman dari pihak berwenang, dan waspada terhadap kemungkinan bahaya kedua atau secondary hazard, seperti banjir lahar dingin.—Diolah dari berbagai sumber (han)