500 Tatung yang Dirasuki Roh Dewa Jadi Perhatian Warga Singkawang

oleh
Sebanyak 500 tatung berparade sambil memamerkan kesaktiannya pada Festival Cap Go Meh 2019 di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Selasa (19/2/2019). (Ist)
banner 300250

Singkawang, suarabali.com – Puncak perayaan Festival Cap Go Meh 2019 berlangsung meriah di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Selasa (19/2/2019). Pembukaan festival ini diawali dengan penampilan 12 naga sepanjang 20 meter. Kemudian diikuti secara berturut-turut parade sebanyak 1.060 peserta yang beraksi di sepanjang Jalan Dipononegoro, Kota Singkawang.

Pawai yang paling ditunggu warga adalah para tatung Dayak-Tionghoa. Setiap tahun ada lebih dari 500 tatung berparade sambil memamerkan kesaktiannya. Tatung merupakan sosok manusia yang menurut beberapa kepercayaan sedang dirasuki roh Dewa. Kata ‘tatung’ sendiri berasal dari bahasa Hakka, yang berarti roh.

Menteri Pariwisata Arief Yahya yang hadir dalam pembukaan festival kebudayaan Tionghoa ini juga memberikan plakat penghargaan kepada Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie. Menurut Arief Yahya, Festival Cap Go Meh merupakan event tetap bertaraf nasional.

Mepar juga memberikan ucapan selamat kepada Kota Singkawang, karena telah berhasil menjadi kota paling toleran pada tahun 2018.
“Selamat Kota Singkawang menjadi kota paling toleran pada tahun 2018. Hal itu lantaran Cap Go Meh menjadi wahana pemersatu masyarakat Singkawang yang dikenal dengan Tionghoa, Dayak, dan Melayu,” ujarnya.

Pada acara puncak Festival Cap Go Meh 2019 ini, Menpar Arief juga meresmikan kegiatan Millenial Road Safety Festival yang ditandai dengan pelepasan balon ke udara.

Sementara Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie mengatakan Festival Cap Go Meh sudah ditetapakan menjadi event nasional yang sudah dikenal wisman. Tahun ini, kata dia, festival ini masuk dalam Top 100 CoE Kemenpar.

“Ini harus dipertahaankan. Pada tahun 2018 Singkawang mendapatkan predikat kota toleran se-Indonesia. Ini modal utama sebagai kota pariwsata dan modal bagi pari investor hadir di Singkawang. Saat ini sudah dilakukan peletakan batu pertama bandara di Singkawang,” ujarnya.

Ketua Panitia Festival Cap Go Meh 2019, Hengky Setiawan, mengatakan festival kali ini mengusung tema: Memperkokoh Pancasila dan UUD 45.

Dia menjelaskan, Festival Cap Go Meh digelar sejak 3 Februari 2019 dan puncak acaranya pada 19 Februari 2019.

“Pawai tatung menjadi ikon yang hanya bisa ditemui di Kota Singkawang saat Perayaan Imlek 2570 dan Festival Cap Go Meh,” ungkapnya. (*)