50 Pamen Polda Bali Ikuti Pelatihan Revolusi Mental

oleh
Sebanyak 50 Pamen Polda Bali saat mengikuti pelatihan revolusi mental di Gedung Perkasa Raga Garwita (PRG) Polda Bali, Rabu (24/10/2018). (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Sebanyak 50 perwira menengah (Pamen) Polda Bali mengikuti pelatihan revolusi mental di Gedung Perkasa Raga Garwita (PRG) Polda Bali, Denpasar, Rabu (24/10/2018). Kegiatan yang dibuka oleh Karo Rena Polda Bali Kombes Pol. I Gusti Made Adhi Sadnyana Putra ini juga dihadiri tim dari Mabes Polri yang dipimpin Kombes Pol. SM Handayani.

Dalam sambutannya, Kombes Pol. I Gusti Made Adhi Sadnyana Putra mengatakan secara umum gerakan revolusi mental adalah gerakan sosial untuk bersama-sama menuju Indonesia yang lebih baik melalui program Gempuran Nilai (Value Attack) untuk senantiasa mengingatkan masyarakat terhadap nilai-nilai strategis dalam setiap ruang publik.

Menurut dia, pelatihan tersebut sebagai bentuk tindak lanjut pelaksanaan program Nawacita ke-8 yang dijabarkan dalam program Quick Wins Renstra Polri tahun 2015-2019 pada kegiatan 6, yaitu Polri sebagai penggerak revolusi mental dan pelopor tertib sosial di ruang publik sejak tahun 2015.

“Kegiatan revolusi mental telah dilaksanakan dalam berbagai bentuk kegiatan pendidikan dan pelatihan,” katanya.

Lebih lanjut, perwira melati tiga di pundak ini mengungkapkan bahwa reformasi birokrasi merupakan syarat mutlak yang harus dilakukan oleh pemerintah dan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya di lingkungan Polri.

Tujuannya, untuk menjawab tuntutan tugas di era reformasi saat ini dimana masyarakat menghendaki adanya perubahan secara total di segala bidang penyelenggaraan negara, baik di bidang politik, hukum, ekonomi, dan birokrasi yang dikenal sebagai reformasi birokrasi Polri (RBP).

“Saat ini, RBP sedang berjalan dalam tahapan gelombang III sesuai dengan Permenpan RB Nomor 14 tahun 2014 tentang pedoman evaluasi reformasi birokrasi instansi pemerintah yang sasarannya meliputi birokrasi yang bersih dan akuntabel, birokrasi yang memiliki pelayanan publik berkualitas serta birokrasi yang efektif dan efisien,” ungkap Karo Rena Polda Bali.

Kegiatan itu sangat tepat dilaksanakan kepada para pejabat dan staf dari masing-masing Satker Polda Bali dan kewilayahan.

“Melalui pelatihan revolusi mental ini, diharapkan para peserta dapat mentransformasikan kembali materi yang telah dilatihkan kepada personel Polri, khususnya di jajaran Polda Bali. Sehingga, para anggota dapat meningkatkan kualitas kemampuan dan nilai-nilai kepribadian bangsa sebagai penggerak revolusi mental,” imbuhnya. (*)