37 Pengendara yang Masuk ke Gedung Ditlantas Polda Bali Ditilang

oleh
Seorang pengendara terjaring razia Operasi Patuh Agung 2019 di Denpasar, Bali. (Ist)
banner 300250

Denpasar, suarabali.com – Dalam Operasi Patuh Agung 2019 kali ini, persone Polda Bali tidak hanya melakukan razia kendaraan di jalan-jalan raya. Namun, petugas juga merazia setiap kendaraan di pintu gerbang gedung Ditlantas Polda Bali, Jalan WR Supratman, Denpasar, Senin (9/9/2019).

Kendaraan yang datang dari arah timur ke barat diberhentikan polisi untuk diperiksa kelengkapan surat kendaraan dan identitas pengendara. Hasilnya, sebanyak 37 pengendara terpaksa ditilang, karena tidak bisa menunjukan SIM, STNK, serta tidak mengenakan helm dan pengendara di bawah umur.

Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Bali AKBP I Nyoman Sukasena mengatakan, menjelang dua hari Operasi Patuh Agung berakhir, pihaknya semakin gencar melakukan kegiatan preventif, preemtif, dan represif melalui penegakan hukum. Hal ini dilakukan karena angka lakalantas di Bali selama berlangsungnya Operasi Patuh Agung mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Menurut dia, banyak faktor yang menyebabkan tingginya angka lakalantas di Bali. Yang paling banyak sesuai anatomi kasus lakalantas, karena diawali dengan adanya pelanggaran. Hal itu menunjukan bahwa tingkat kesadaran masyarakat terhadap tertib berlalulintas masih rendah.

Bahkan, kata dia, ada pengendara yang berani tanpa helm melintas di jalan depan Polda Bali. Padahal, jalan tersebut adalah Kawasan Tertib Hukum (KTH).

“Jadi, kami harus meningkatkan intensitas kegiatan razia dengan lokasi dan waktu berbeda-beda. Razia ini juga membawa pesan bahwa polisi tidak tidur dan polisi selalu menjaga situasi agar Bali tetap aman dan terwujud Kamseltibcarlantas,” kata AKBP I Nyoman Sukasena selaku Kasatgas Preventif Ops Patuh Agung 2019. (*)