22 Ton Singkong dari Surabaya Diekspor ke Amerika Serikat

oleh
Sebanyak 22 ton singkong diekspor melalui Pelabuhan Tanjung Perak ke Amerika Serikat. (Ist)
banner 300250

Surabaya, suarabali.com –Singkong, siapa yang tidak kenal dengan komoditas ini. Singkong sangat akrab dengan kehidupan masyarakat Indonesia, utamanya di Pulau Jawa. Bahkan, singkong pernah berperan sebagai makanan pokok karena tingginya karbohidrat dalam singkong. Berbagai olahan singkong dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya getuk, sawut, tiwul, kolak, dan seterusnya.

Saat ini tidak hanya di Indonesia, Amerika Serikat pun tengah melirik singkong Indonesia. Sebanyak 22 ton singkong iris beku senilai Rp 237,6 juta diperiksa Yogi, petugas Karantina Pertanian Surabaya di Depo Jangkar, Surabaya.

Dari hasil pemeriksaan, singkong milik PT Eka Timur Raya telah sesuai antara dokumen dan kondisi fisiknya serta tidak ditemukan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK), sehingga singkong siap diekspor melalui Pelabuhan Tanjung Perak.

Pelepasan ekspor dilakukan pada 29 Mei 2019 di Perak.

“Ekspor singkong iris beku ke Amerika Serikat ini diharapkan dapat berkelanjutan. Jadi, tidak kali ini saja kemudian berhenti. Mengingat pasokan bahan baku singkong yang melimpah baik di Jawa maupun dari daerah lain. Selain menambah devisa, adanya ekspor ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani singkong,” kata Kepala Karantina Pertanian Surabaya M. Musyaffak Fauzi.

Selain itu, M. Musyafak Fauzi juga mengingatkan kepada petugas Karantina Pertanian Surabaya untuk senantiasa medorong akselerasi ekspor dengan memberikan pelayanan terbaik dan profesional berdasarkan prosedur yang berlaku.

Pelepasan ekspor ditandai dengan penyerahan sertifikat Phytosanitarry Certifikate (PC) kepada eksportir dan disaksikan Kepala Bidang Karantina Tumbuhan Yusup Patiroy. (*)